Perbedaan Candidasis dan Bacterial Vaginosis, Wajib Diketahui

Perbedaan Candidasis dan Bacterial Vaginosis, Wajib Diketahui

Pada dasarnya, organ intim wanita memiliki kemampuan untuk membersihkan dirinya sendiri. Akan tetapi, bukan berarti vagina selalu lepas dari masalah kesehatan. Jika kamu sudah mengalami keputihan dan cairan yang keluar dari miss V berbau, bisa jadi kamu mengalami infeksi vagina.

Pada dasarnya, ada dua penyebab infeksi pada vagina yang sering menyerang kaum hawa, yaitu infeksi akibat bakteri atau bacterial vaginosis dan candidasis atau jamur. Keduanya memiliki tanda dan gejala yang hampir mirip tetapi penanganan yang berbeda.

Berikut telah dirangkum dari berbagai sumber, perbedaan candidasis dan bacterial vaginosis.

Apa Penyebab Infeksi Vagina?

Meski banyak faktor yang menyebabkan infeksi miss V, tetapi kebersihan bisa dibilang salah satu faktor utamanya. Jika kamu kurang memerhatikan kebersihan vagina, maka mulai sekarang kamu harus mengubah kebiasaan tersebut jika tak mau mengalami infeksi vagina.

Telah banyak penelitian yang menyatakan kalau infeksi miss V cenderung terjadi pada wanita yang tak menjaga kebersihan vaginanya, apalagi ketika masa-masa haid. Ketika haid, vagina berkali-kali lebih rentan terkena infeksi jamur maupun bakteri.

Hal ini semakin diperparah akibat kamu malas untuk membersihkan vagina dan mengganti pembalut secara rutin. Sehingga, muncullah gejala infeksi yang sebelumnya telah disebutkan.

Gejala Infeksi Vagina Akibat Bakteri

Bakteri yang menjadi penyebab infeksi pada vagina adalah bakteri vaginosis. Bakteri ini sebenarnya, selalu ada di setiap vagina wanita, tetapi jika sudah mengakibatkan infeksi maka jumlah bakteri vaginosis yang tumbuh terlalu banyak.

Bila kamu mengalami infeksi bakteri di vagina, maka gejala yang akan muncul seperti:

  1. Keputihan, berbau ikan yang amis.
  2. Warna cairan vagina yang dihasilkan, tak hanya putih saja, bisa juga keabu-abuan.
  3. Gatal

Gejala Infeksi Vagina Akibat Jamur

Sementara itu, penyebab infeksi vagina lainnya adalah jamur Candida albanis. Sama dengan bakteri vaginosis, jamur jenis ini juga tumbuh di sekitar vagina dalam jumlah kecil – pada keadaan yang normal. Tetapi jamur ini tumbuh dengan cepat dan akhirnya menyebabkan infeksi.

Berikut gejala infeksi akibat jamur yang bisa terjadi:

  1. Keputihan, tanpa bau sama sekali. Keputihan berbentuk seperti keju cottage.
  2. Gatal
  3. Iritasi di bagian vagina
  4. Vagian terasa panas ketika buang air kecil
  5. Sakit ketika melakukan hubungan seksual

Cara Mengatasi Infeksi Vagina 

Kamu bisa kok mengurangi gejala-gejala infeksi vagina tersebut dengan membersihkan miss V dengan rutin. Salah satu caranya dengan menggunakan cairan antiseptik khusus untuk vagina, terutama yang mengandung povidone–iodine. Gunakan hanya untuk membersihkan bagian luar vagina, dan hindari bagian dalam vagina agar tidak mengganggu bakteri baik.