Mitos Penggunaan Menstrual Cup yang Perlu Diketahui, Pahami

Mitos Penggunaan Menstrual Cup yang Perlu Diketahui, Pahami

Menstrual cup atau cangkir menstruasi, mungkin masih terdengar asing untuk sebagian besar wanita. Namun, tak sedikit pula yang telah menjadikannya sebagai alternatif pembalut. Beberapa alasannya karena lebih murah, lebih alami, dan ramah lingkungan.

Alat ini terbuat dari silikon atau lateks dan berbentuk seperti cawan. Teksturnya lembut dan lentur. Ukurannya pun beragam, menyesuaikan dengan bentuk vagina. Sama seperti tampon, kamu tinggal memasukkannya ke dalam liang vagina untuk menggunakannya.

Namun, banyak muncul cerita atau mitos tentang efek negatif yang akibat menggunakan menstrual cup ini. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut mitos penggunaan menstrual cup yang perlu diketahui.

Pakai Menstrual Cup Bikin Mandul

Belakangan sempat ramai dibicarakan bahwa menstrual cup bisa memicu infertilitas atau kemandulan. Namun Andon dengan tegas menyatakan bahwa ini mitos belaka. Mungkin idenya bahwa darah haid enggak keluar, sehingga seolah tertimbun di vagina dan naik (refluks) sehingga darah tetap ada di rahim, menyumbat saluran rahim sehingga darah beku

Menstrual Cup Bisa Merenggut Keperawanan

Menstrual cup diletakkan jauh di bawah mulut rahim sehingga tidak sampai merusak selaput dara. Namun Andon tetap menyarankan bagi perempuan yang belum menikah untuk memilih ukuran yang pas dan memasukkan menstrual cup tidak terlalu dalam.

Darah Akan Berbalik ke Rahim saat Menstrual Cup Penuh

Andon mengatakan darah haid tidak akan refluks atau berbalik ke rahim. Pengguna menstrual cup hanya perlu rutin mengeluarkan dan membuang darah haid. Menstrual cup yang penuh bisa berisiko terjadi kebocoran.

Menstrual Cup Bikin Susah Buang Air Kecil

Lubang saluran kencing dan lubang vagina berbeda. Menstrual cup ditempatkan di dalam vagina sehingga tidak akan mengganggu buang air kecil. Namun pemilihan ukuran menstrual cup yang kurang tepat kemungkinan bisa mengganggu buang air kecil.

Menstrual Cup Bikin Vagina Longgar

Ini tidak akan terjadi. Menstrual cup terbuat dari bahan yang memungkinkan cawan lentur dan tidak sampai membuat vagina longgar. Bahkan penis yang ereksi pun tidak akan sampai membuat vagina longgar. Vagina yang longgar biasanya karena dilewati benda besar semacam kepala bayi saat proses persalinan normal.

Pengguna Kontrasepsi Jenis IUD Sebaiknya Tidak Menggunakan Menstrual Cup

Informasi ini merebak karena saat menggunakan kontrasepsi IUD, darah haid cenderung lebih banyak dari biasanya sehingga menstrual cup tidak mampu menampung. Padahal sih enggak segitu-gitu amat.

Pada pengguna IUD, mereka biasanya akan protes saat darah haid bertambah banyak. Justru biasanya, menstruasi akan lebih lama karena menggunakan IUD. Kalau biasanya menstruasi cukup 5-6 hari dan hari ketujuh bersih, saat pakai IUD bisa sampai 10 hari.