Amankah Menstrual Cup Dipakai Orang yang Belum Menikah? Ini Penjelasannya

Amankah Menstrual Cup Dipakai Orang yang Belum Menikah? Ini Penjelasannya

Ketika menstruasi wanita biasanya menggunakan pembalut atau tampon untuk menghindari kebocoran. Tentunya pembalut dan tampon bukan merupakan benda yang asing lagi bagi para wanita. Lalu bagaimana dengan menstrual cup?

Menstrual cup adalah produk pengganti pembalut atau tampon, yang berbentuk seperti corong dan terbuat dari karet atau silicon. Jika pembalut atau tampon berfungsi menyerap darah menstruasi, berbeda dengan menstrual cup. Ia berfungsi menampung darah menstruasi.

Beberapa tahun belakangan, banyak seruan untuk para wanita mulai beralih menggunakan menstrual cup. Ada beberapa hal yang mendasari, selain karena dinilai lebih aman, isu lingkungan jadi salah satunya alasannya. Namun, apakah menggunakan menstrual cup aman dipakai oleh perempuan yang belum menikah? Berikut penjelesannya.

Penjelesan Dokter
Melansir dari Kumparan.com yang dijelaskan oleh dr. Arthur, SpKK dalam unggahan di media sosialnya mengatakan bahwa menstrual cup aman-aman saja jika digunakan untuk orang yang belum menikah. Namun, sebaiknya menstrual cup ini digunakan bagi yang sudah menikah saja.

Menstrual cup yang dikuncupkan dan melewati selaput dara tidak menyebabkan selaput dara rusak jika dilakukan dalam keadaan yang rileks, dengan teknik yang benar, dan ukuran menstrual cup yang sesuai.

Penggunaan menstrual cup pun harus selalu higienis, jangan sampai terjadi iritasi atau infeksi pada vagina. Proses menggunakannya juga cukup sulit dan sedikit membuat tidak nyaman.

Namun, menggunakan menstrual cup memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat menampung darah sekitar 40 mililiter dan dapat digunakan cukup lama sekitar 6 hingga 12 jam. Bagi kamu yang belum menikah dan takut untuk mengggunakan menstrual cup, lebih baik gunakan produk yang lebih nyaman dan aman.

Manfaat Menggunakan Menstrual Cup
Jika dibandingkan dengan pembalut, menggunakan menstrual cup mungkin bisa dikatakan lebih menguntungkan. Misalnya, menstrual cup bisa dipakai hingga 12 jam. Selain itu, daya simpannya pun bisa bertahun-tahun, bukan hanya berjam-jam.

Lebih penting lagi, menstrual cup turut menyumbang penurunan angka limbah yang diakibatkan oleh penggunaan pembalut sekali pakai. Kamu perlu tahu bahwa pembalut sekali pakai terbuat dari bahan yang sangat sulit terurai. Jika satu hari kamu menghabiskan minimal 5 pembalut, coba bayangkan berapa banyak limbah ini dalam waktu satu tahun.

Meski begitu, sekali lagi, ini kembali pada kenyamanan setiap individu. Beberapa wanita mungkin tidak nyaman menggunakan menstrual cup dan lebih memilih menggunakan pembalut sekali pakai saat menstruasi. Pemakaian yang lebih praktis dan tidak menghabiskan banyak waktu bisa menjadi alasan utama memilih pembalut sekali pakai dibandingkan dengan menstrual cup.